Pengertian
Aktivitas Belajar
1. Pengertian
Aktivitas Belajar dan Urgensinya
Usaha
pemahaman mengenai aktivitas belajar ini akan diawali dengan mengemukakan
beberapa definisi tentang belajar yang dikemukakan oleh para ahli diantaranya, Aktivitas
adalah kegiatan, kesibukan
(Poerawadarminta, 1993:26).
Sedangkan
belajar menurut Muhibbin Syah, mengatakan bahwa belajar adalah semata-mata
mengumpulkan atau menghafalkan fakta-fakta yang tersaji dalam bentuk
informasi/materi pelajaran. (2002:89).
Dari
pendapat di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa belajar adalah kegiatan dalam
proses perubahan semua tingkah laku individu yang relatif menetap sebagai
akibat dari pengalaman dan interaksi dari lingkungan yang melibatkan proses
koginitif.
Belajar
membutuhkan kegiatan atau aktivitas yang teratur dan terencana serta perlu
adanya motivasi dari guru secukupnya. Motivasi dari guru tersebut penting
artinya bagi siswa, agar siswa memiliki kesadaran akan pentingnya aktivitas
belajar.
Menurut
Nasution dkk (1994:9), mengatakan bahwa motivasi adalah kondisi psikologi yang
mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Jadi motivasi untuk belajar adalah
kondisi psikologis yang mendorong seseorang untuk belajar.
Adapun
jenis motivasi secara garis besar, diantaranya yaitu:
a.
Motivasi intrinsik
Motivasi
intrinsik adalah motif-motif yang menjadi aktif atau berfungsinya tidak perlu
dirangsang dari luar, karena dalam diri setiap individu sudah ada dorongan
untuk melakukan sesuatu.
b.
Motivasi ekstrinsik
Motivasi
ekstrinsik adalah motif-motif yang aktif dan berfungsinya karena adanya
perangsang dari luar.
Proses
belajar akan menghasilkan hasil yang baik, bila proses belajar itu dapat
menghasilkan kegiatan belajar yang efektif. Untuk membangkitkan kegiatan
belajar itu seorang guru jangan bosan-bosan memberikan dorongan atau motivasi
kepada siswa, disamping itu guru harus mampu menciptakan lingkungan yang
harmonis sehingga siswa bergairah dan sadar akan pentingnya aktivitas belajar.
Dari
beberapa definisi dan uraian di atas maka dapat ditarik suatu kesimpulan yang
menyangkut pentingnya aktivitas belajar, antara lain :
a. Memperbaiki
atau mengadakan perubahan tingkah laku
b. Agar
cepat tanggap (peka) terhadap situasi atau rangsangan
c. Menambah
pengalaman dan ilmu pengetahuan
Dengan
demikian jelaslah, betapa pentingnya kegiatan belajar dalam kehidupan ini. Oleh karena itu setiap siswa yang cinta
ilmu pengetahuan akan terus meningkatkan aktivitas belajar, tidak
menyia-nyiakan waktunya serta selalu menggunakan waktu yang ada dengan
sebaik-baiknya.
2. Jenis-jenis
aktivitas belajar
Belajar
siswa perlu mendapat perhatian guru supaya kegiatan belajarnya itu bisa
terorganisasi dengan baik sehingga hasil yang dicapaipun akan lebih baik pula.
Abd. Rahman Abror (1993:66), mengatakan: "Belajar yang sebaik-baiknya
adalah dengan mengalami; dan dalam mengalami itu si pelajar menggunakan panca
inderanya".
Dari
kutipan pendapat di atas, dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa secara garis
besar aktivitas belajar itu terbagi menjadi dua macam, yaitu :
a. Aktivitas belajar di sekolah
Ada beberapa aktivitas
belajar yang dilakukan oleh siswa di sekolah, antara lain sebagai berikut:
1)
Survey (Menyelidiki):
Yaitu sebelum
membaca dimulai, hendaknya menyelidiki/melihat sekilas kalimat-kalimat
permulaan dari Bab yang akan dibaca, sehingga secara keseluruhan sudah mendapat
gambaran persoalan apa yang dibahas pada Bab tersebut dan membacapun akan dapat
lebih cepat.
2)
Question (Bertanya):
Yaitu dengan melihat
sekilas pintas, hendaknya dapat sekaligus mengajukan pertanyaan terhadap
kalimat permulaan dari pasal atau paragraph.
3)
Read (Membaca)
Dua langkah yang
dilaksanakan di atas membawa mahasiswa untuk membaca secara aktif. Maksudnya,
bukan membaca hanya menterjemah huruf, tetapi otak selalu aktif untuk memberi
pemahaman.
4)
Recite (Mengucapkan kembali)
Mengucapkan kembali
hendaknya dengan kata-kata sendiri dan caranya adalah dengan menuliskannya di
atas kertas. Yang tertulis adalah merupakan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan
yang timbul dan hendaknya cukup dengan kalimat-kalimat pendek, tetapi padat dan
tepat.
5)
Review (Mengulangi)
Tulisan dari
hasil pertanyaan yang terjawab, hendaknya dibaca ulang. Kesempatan membaca
ulang itu akan dapat mengucap kembali uraian yang ada dalam buku tersebut dan
dapat pula dipergunakan untuk mengingat sesuatu yang belum tercatat dan
menyempurnakannya.(1998: 45-46)
b. Aktivitas belajar siswa di luar sekolah
Kegiatan-kegiatan
belajar dapat pula terjadi di luar sekolah dan kegiatan di luar sekolah tidak
mendapatkan bimbingan dan pengawasan dari guru. Kegiatan belajar ini dapat
berlangsung dirumah, di perpustakaan umum atau pusat-pusat kegiatan belajar.
Untuk siswa-siswa SLTP, SLTA dan mahasiswa kegiatan belajar di luar
kelas/sekolah dilakukan atas inisiatif sendiri, tetapi untuk siswa-siswa SD kegiatan
ini harus direncanakan dan ditugaskan oleh guru. Banyak bentuk tugas yang dapat
diberikan oleh guru kepada siswa-siswa SD, seperti mengerjakan soal, menjawab
pertanyaan, membaca dan menjawab pertanyaan tentang isi bacaan, membuat bagan
sederhana, membuat peta rumah, peta lingkungan RT/RW/desa/ kecamatan, serta
mengumpulkan dan mencatat ciri-ciri daun/serangga/ tanaman.( R. Ibrahim, Nana
Syaodil S, 2003:40).
3. Faktor
Pendukung dan Penghambat Aktivitas Belajar
Sebelum
membahas lebih jauh tentang faktor-faktor penghambat dan pendukung aktivitas
belajar terlebih dahulu akan dibahas tentang pengertian dan tujuan pendidikan
agama Islam.
Menurut
H. Abd. Hadi Soebahar, mengatakan bahwa:
Pendidikan Islam adalah; pertama,
segenap kegiatan yang dilakukan seseorang atau suatu lembaga untuk menanamkan
nilai-nilai Islam dalam diri sejumlah siswa, dan kedua, keseluruhan
lembaga-lembaga pendidikan yang mendasarkan program pendidikannya atau
pandangan nilai-nilai Islam. (2002: 12).
Menurut
H.M. Arifin (2003:28), mengemukakan bahwa tujuan akhir pendidikan Islam pada
hakekatnya adalah realisasi dari cita-cita ajaran Islam itu sendiri yang
membawa misi kesejahteraan ummat manusia di dunia dan di ahirat.
Selanjutnya
dijelaskan bahwa tujuan umum pendidikan agama ialah: "Membimbing anak agar
mereka menjadi orang muslim sejati, beriman teguh, beramal sholeh dan berakhlak
muslim serta berguna bagi masyarakat, agama dan negara." (Zuhairini, et.
al., 1983:45)
Berdasarkan
kedua pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa tujuan pendidikan agama Islam
adalah ingin membentuk sosok muslim yang sempurna yaitu berkepribadian mulia,
sehat jasmani dan rohani, cerdas dan pandai serta bertaqwa kepada Allah SWT.
Dengan
demikian secara umum tujuan pendidikan agama Islam identik dengan tujuan hidup
manusia yaitu menghambakan diri kepada Allah, firman-Nya dalam surat Adz-Dzariyat ayat 56
yang berbunyi:
وَمَا
خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ (56) [الذاريات/56]
Artinya:
"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka
menyembahKu." (Depag RI, 1998:862)
Belajar
adalah perubahan prilaku berkat pengalaman dan latihan. Artinya, tujuan
kegiatan adalah perubahan tingkah laku, baik yang menyangkut pengetahuan,
keterampilan maupun sikap; bahkan meliputi segenap aspek organisme atau
pribadi.
Kegiatan
belajar mengajar seperti mengorganisasi pengalaman belajar, mengolah kegiatan
belajar mengajar, menilai proses dan hasil belajar, kesemuanya termasuk dalam
cakupan tanggung jawab guru. Jadi hakekat belajar adalah perubahan. ( 2002:11).
Untuk memperoleh hasil belajar atau prestasi
belajar yang baik dan tinggi dalam aktivitas belajar anak, maka membutuhkan
dorongan baik dari orang tua maupun dari guru.
Firman
Allah SWT. dalam surat
An-Nahl ayat 125 yang berbunyi :
ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ
بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ
إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ
بِالْمُهْتَدِينَ (125) [النحل/125]
Artinya : "Serulah
(manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan
bantahlan mereka dengan cara yang baik, sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih
mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dia yang lebih
mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk." (Depag RI, 1998: 421).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar